Select Page

Melanjutkan Laporan Kegiatan Milad Qonita dengan tema “Bersyukur dan Berbagi “. Yang disini belum diposting secara lengkap (padahal banyak yang menanyakan dan penasaran). Jadi supaya admin web tidak diprotes terus, ini dia lanjutannya. Sebelumnya lebih afdol jika diulang lagi ya sedikit penjelasan dan tujuan kami mengadakan kegiatan ini yaitu untuk mensyukuri kebersamaan kami selama enam tahun di Qonita. Kami ingin membagi kebahagiaan yang kami rasakan ini kepada saudara-saudara di luar sana.
Seperti juga telah disebutkan disini , ada empat macam kegiatan utama dalam baksos Milad Qonita ke-6 yaitu: Tebar 1000 sandal (inget ngitungnya sepasang ya…hahaha), Lomba Tahfiz, Ta’jil on the Road dan Ifthor jam’i. Dua kegiatan pertama sudah dilaporkan sekarang kita lanjutkan laporan jalannya dua kegiatan yang lain. Yuk mari disimak…
3. Ta’jil On The Road
Membagi makanan di jalan raya saat bulan puasa atau supaya keren kami sebut Ta’jil On The Road disingkat TOR.
Diilhami dari kegiatan yang diadakan oleh sebuah rumah ibadah (biara) yang membagikan makanan kepada warga yang lewat didepan biara saat bulan Puasa.
Ide , wangsit atau bahasa keren lainnya ilham boleh datang dari mana saja, kalau memang menarik, kita sanggup menjalankan dan terutama mendatangkan kebaikan mengapa tidak? Bahkan kadang meski kita sendiri tidak yakin sanggup menjalankan, tetapi kita yakin ini merupakan kebaikan yang bisa memberikan manfaat besar dengan niat dan kesungguhan ternyata bisa terlaksana! Seperti TOR ini misalnya.
Alhamdulillah TOR ternyata bisa kami laksanakan sebulan penuh. Rencana awal dihitung dari dana yang ada, kami hanya mampu menyediakan 100 porsi (makanan kecil plus minuman) setiap sorenya. MasyaAllah ternyata saat pelaksanaan banyak bantuan mengalir dari berbagai pihak yang tak terduga, hingga kami bisa menambah menjadi 200 porsi. Kemudian setiap Jum’at ada tambahan nasi kotak bekerjasama dengan Ayam Wong Solo (dengan harga discount tentunya…Alhamdulillah)
Aksi digelar setiap pukul 4 hingga 5 sore, walau pada kenyataannya kue dan minuman yang dibagikan habis dalam waktu tidak sampai setengah jam. Seru dan semangat pokoknya. Ada yang stand by di jalan mencegat angkot yang lewat atau masyarakat yang lalu lalang, ada juga yang membagikan pada karyawan dan para bapak polisi yang berjaga rutin di dekat lokasi ini . Benar-benar suasana yang seru tapi bikin kangen , sungguh membahagiakan melihat orang bahagia. Salut dengan komitment tim ta’jil (Mba Nia, Mba Dinnie, Mba Endah) yang dibantu oleh Ibu Ketua Umum ( Teteh Wawa) dan Bendahara Umum (Mama Anna) setiap sore menyiapkan semuanya. Menyiapkan makanan yang akan dibagi, mengatur meja dll. Untuk lokasi TOR alhamdulilah kami dapat lokasi yang strategis dan boleh menitipkan perlengkapan kami disitu (meja, spanduk, standing banner dll). sst.. mejanya pinjaman dari Angkringan Lek Ndut (hihihi…syukron buat pemilik angkringan *colek Mba Nia).
Oh iya, saat distribusi kami juga berkerjasama dengan PKPU. Dimana setiap hari Sabtu dan Ahad , PKPU yang mengambil alih pendistribusiannya ke masjid atau lokasi binaan mereka. Jadi para srikandi Qonita bisa beristirahat sejenak, dan meluangkan waktu bersama keluarga masing-masing.
Memang benar kata orang bijak “kebaikan itu akan menular”. Ternyata tidak hanya orang berduit (baca orang kaya) yang tertular virus sedekah ini. Suatu sore diantara hari-hari terakhir kegiatan TOR, panitia yang bertugas hari itu sempat menitikkan air mata saat ada Bapak Satpam datang menghampiri stand TOR. Beliau memang selalu rutin datang untuk mengambil jatah ta’jil. Tapi sore itu beliau datang sambil menyerahkan amplop diiringi ucapan terima kasih berulang kali karena ada kegiatan membagi ta’jil gratis disitu. Amplop itu ternyata berisi uang hasil patungan dengan teman-temannya. Bapak satpam dan teman-temannya ingin berpartisipasi menitipkan rejekinya, Ingin ikut membagikan rejekinya kepada orang lain melalui kegiatan TOR . Nilai uang yang di serahkan memang tidak seberapa, tetapi niat dan ketulusan yang ditunjukkan sungguh membuat perasaan ini campur aduk saat menerima dan membuka amplop tersebut. Seperti kata Ustdzah Nina, Allah memberikan pelajaran moral kepada kita melalui kejadian ini yaitu berbuat baik tidak harus menunggu kaya, sekecil apapun kontribusi yang bisa kita berikan ayooo segerakan..!!!
Berikut beberapa momen yang sempat kami abadikan untuk sedikit menggambarkan kehebohan kegiatan Ta’jil On the Road tersebut

1a

2

3

5

6


8

9

10

12

takjil on the road qonita

takjil on the road qonita-4

  1. Seluruh rangkaian kegiatan Milad Qonita yang berlangsung kurang lebih 3 bulan diakhiri dengan kegiatan ifthar jama’i antara keluarga besar Qonita bersama 150 anak yatim dan dhuafa serta diikuti pembagian paket lebaran bagi saudara-saudara kita yang kurang beruntung tersebut.

Mohon maaf dokumentasi untuk kegiatan ini  kurang lengkap. Meski sedikit semoga masih bisa menggambarkan suasana saat itu..

01 ifthor

02 ifthor

03 ifthor

04 ifthor

05 ifthor

06 ifthor

07 ifthor

08 ifthor

09 ifthor

10 ifthor

Demikian laporan rangkaian aksi Baksos dalam Milad Qonita ke-6, Alhamdulillah dengan ijin Allah SWT telah terselenggarakan dengan lancar. Rangkaian aksi  diselenggarakan dengan semangat luar biasa, karena di ilhami  dari hadits Rasulullah: “Orang yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain. Amal yang paling dicintai Allah Azza wa Jalla adalah memasukkan kegembiraan ke dalam hati seorang muslim, menghilangkan kesulitannya, melunasi hutangnya, atau mengusir rasa laparnya.” (HR. Thabrani).
Jika ada kebaikan dalam aksi ini, maka itu datangnya dari Allah. Jika ada kekurangan, semata-mata lahir dari keterbatasan kami sebagai manusia. Semoga Allah ridho, dan kami para Qonitaat  bisa menjaga keikhlasan. Aamiin

 

%d bloggers like this: